Hukum 7 Orang Patungan Sapi Dengan Niat Berbeda-beda?

Hukum 7 Orang Patungan Sapi Dengan Niat Berbeda-beda?
Hukum 7 Orang Patungan Sapi Dengan Niat Berbeda-beda?

Sapi Kurban

Oleh K.H Ahmad Sarwat, Lc., MA

Masalah ini memang sudah menjadi perdebatan para ulama sejak dahulu. Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat menjadi tiga kelompok.

1. Mazhab Al-Hanafiyah : Boleh Dengan Syarat

Mereka membolehkan bila niat masing-masing tidak semuanya untuk hewan qurban. Syaratnya, jangan sampai ada di antara ketujuh orang ini yang niatnya bukan untuk ibadah atau taqarrub kepada Allah. [1]

Selama tujuannya ibadah, seperti aqiqah, kaffarah, dam dan sejenisnya, hukumnya masih dibolehkan. Tetapi kalau salah satunya hanya berniat mau makan daging saja, tanpa berniat untuk ibadah pendekatan diri kepada Allah, maka tidak dibenarkan hukumnya.

Jadi menurut pendapat pertama, kasus di atas tidak bisa dibenarkan, karena orang ketujuh ikut patungan tidak dalam rangka taqarrub kepada Allah.

Namun seandainya orang yang ketujuh itu berniat untuk aqiqah, bayar kaffarah, bayar dam dan sejenisnya, hukumnya bisa diterima dan dibolehkan.

Patungan Sapi Qurban

2. Mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah : Boleh Mutlak

Pendapat kedua mazhaab ini lebih luas, yaitu mereka tidak mempermasalahkan adanya perbedaan niat dari masing-masing peserta. Hukumnya tetap sah meski diantara tujuh orang itu ada yang niatnya bukan untuk berqurban, melainkan sekedar untuk memakan dagingnya atau untuk menjualnya. [2]

Dalam pendapat mereka, misalnya ada tujuh orang berpatungan untuk membeli sapi, tetapi niat dan tujuan mereka berbeda-beda, ada yang mau untuk qurban, ada yang untuk aqiqah, ada yang untuk bayar dam dan kaffarah dan ada yang mau sekedar makan daging saja, maka semua akan mendapatkan sesuai apa yang mereka niatkan.

3. Mazhab Al-Malikiyah : Tidak Boleh Mutlak

Pendapat ketiga adalah pendapat yang secara mutlak melarang cara ini, yaitu mazhab Al-Malikiyah. Mazhab ini tidak membenarkan adanya persekutuan dalam masalah sembelihan, baik dari segi uang atau pun dari segi dagingnya.

Sehingga kalau ada orang ingin menyembelih sapi untuk qurban, maka satu sapi itu untuk sendiri saja, tidak untuk bersama-sama dengan peserta qurban yang lain. Dasarnya adalah qaul dari Ibnu Umar radhiyallahuanhu sebagai berikut :

لاَ تُجْزِئُ نَفْسٌ وَاحِدَةٌ عَنْ سَبْعَةٍ

Tidak boleh satu nyawa hewan dibagi untuk tujuh orang.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

[1] Hasyiyatu Ibnu Abidin ‘ala Ad-Dur Al-Mukhtar jilid 5 hal. 201

[2] Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, jilid 8 hal. 397

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *