10 November Hari Pahlawan Nasional

10 November Hari Pahlawan Nasional
10 November Hari Pahlawan Nasional

SARANABERBAGI.ORG, BANDUNG — Dedi L Setiawan dalam Media sosialnya menyampaikan bahwa Dalam keadaan sakit parah, Jenderal Soedirman memutuskan bergerilya. Dua kali Presiden Soekarno menasehati agar beristirahat, dua kali juga Sang Jenderal menolak. “Saya tidak mau (beristirahat),” putusnya.

Sang Jenderal lalu melakukan perjalanan. Ketika tiba di daerah Bendorejo, Jenderal Soedirman dan rombongannya menghampiri Batalyon 102. Karena Mayor Zainal Fanani, pemimpin batalyon itu, sedang tidak di tempat, Jenderal Soedirman diperkenalkan sebagai tawanan untuk alasan keamanan.

Ketika magrib, “tawanan” dan rombongannya diizinkan untuk salat di masjid.

Saat itu, Mayor Zainal Fanani yang baru datang diberitahu bahwa ada tawanan di masjid. Dia menyusul ke masjid. Saat itulah dia terkejut, dan dengan sangat terharu segera memberi hormat secara militer kepada “Sang Tawanan”. Semua anak buahnya tampak bingung, mungkin mereka bertanya-tanya, kenapa komandannya memberi hormat kepada “tawanan” yang berpakaian preman, memakai peci tua, mengenakan mantel hijau, dan tidak bersepatu.

Selamat Hari Pahlawan!
Mari melanjutkan langkah-langkah perjuangan 👍

Add Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *